AL - QUR'AN SEBAGAI PENUNTUN BERPIKIR
06 Apr 2024 16:35 • 1627 dibaca
Kajian edisi April 2024.
Oleh: Muhammad Irfan Zidny, Lc.
Dalam kajian Ilmu Logika, Manusia didefinisikan sebagai Makhluk Hidup yang dapat berpikir. Berpikir adalah sisi pembeda antara kita dan makhluk lain. Al Quran mengajak untuk selalu berpikir dalam segala hal. Binatang bertindak karena naluri, manusia bertindak atas dasar analisis dan pikiran. Ruang logika jauh lebih luas dibanding ruang-ruang lain. Sebagai contoh: definisi Mukjizat dan karomah adalah sesuatu yang diluar kebiasaan manusia (khoriqul adat); bukan diluar nalar logika. Diantara kaidah logika dasar yang harus dimiliki Manusia antara lain:
1. Mustahil secara kebiasaan manusia belum tentu mustahil secara logika.
2. Sesuatu yang (harus) ada secara kebiasaan manusia terkadang hanya setaraf (mungkin) terjadi secara logika.
3. (Mustahil) secara logika itu berbeda dengan (Penyimpangan) secara kebiasaan manusia.
4. Teori logika berbeda dengan teori Kebiasaan manusia (adat), menggabungkan antar keduanya adalah kesalahan fatal.
5. Penyimpangan yang didukung oleh bukti lain, maka menjadi ketidakmungkinan (secara Adat).
Setelah memahami kaidah dasar logika, yang harus diresapi adalah Kaidah dasar pengetahuan, diantaranya:
1. (Tidak ditemukan) tidak selalu berarti (tidak ada).
2. (Meniadakan) sesuatu yang (umum/implisit) tidak serta merta meniadakan sesuatu yang (khusus/spesifik), tetapi (meniadakan) sesuatu yang (khusus) otomatis (meniadakan) sesuatu yang (umum). (Menetapkan) sesuatu yang (umum) tidak serta merta (menetapkan) seuatu yang (khusus), tetapi (menetapkan) sesuatu yang (khusus) otomatis menetapkan sesuatu yang (umum).
3. Substansi dalam sesuatu yang implisit secara otomatis menjadi substansi pada sesuatu yang spesifik. Substansi dalam sesuatu yang spesifik tidak serta merta menjadi substansi pada sesuatu yang implisit.
Seluruh kisah-kisah yang ada dalam Al Quran bukan dongeng yang tidak berdasar, melainkan memiliki empat hikmah penting yang hanya dapat digapai oleh akal pikiran yang jernih dan logis, sebagaimana dijelaskan diakhir surat yusuf, yaitu:
1. Bukti ilmiah dan logis atas kebenaran syariat islam.
2. Meneliti, meriset, dan menganalisa seluruh lautan keilmuan.
3. Petunjuk dan jalan keluar dari segala problematika.
4. Pembuktian tentang konsep dan sistem Rahmat (belas kasih) yang sempurna.
Wallahu a'lam.

Komentar