BreakingUpdate kegiatan pesantren, kajian, pengumuman, galeri, dan agenda terbaru tersedia di Portal Qotrun Nada.
Info
🔴 🔴
Sajian Utama

Beku

31 Dec 2024 14:25 • 873 dibaca

Sajian Utama edisi Desember 2024.
Oleh Muhammad Irfan Zidny.

Dunia kita sesak dihinggapi beragam realita. Ribuan gejolak, tentang apa, siapa, dimana, kemana, kapan, dan bagaimana. Umat manusia terus berproses; bergerak setiap detik menggapai sesuatu dan kehilangan sesuatu. Menggapai lagi dan kehilangan lagi!. Banyak orang yang penuh tapi hampa, dan hampa tapi penuh. Ramai dalam kesepian dan sepi dalam keramaian. Semuanya datang dan pergi.

Manusia tercipta untuk hidup dalam kebersmaan. Skala terkecilnya adalah tubuh kita terdiri dari badan, jiwa dan roh. Setiap organ menjalankan tugasnya tanpa diminta; untuk terus bergerak hingga ajal. Pun begitu dengan jiwa, setiap saat senantiasa ditempa berbagai kondisi yang akan merubah "jalan" diri kita. Adapun roh; hanya Tuhan yang mengetahui hakikat tentangnya. Cinta sejati itu menyentuh ruh, bukan tubuh.

Setiap orang meniti jalannya masing-masing dengan tujuan berbeda. Tidak ada dua "sidik jari" yang sama. Manusia adalah makhluk sempurna; diberikan kebebasan sempurna untuk bertanggung jawab secara sempurna pula. Hanya Sang Pencipta yang paling mengetahui segala yang terbaik untuk "hamba-Nya". Penghambaan kepada Tuhan akan melepaskan seluruh ikatan dan belenggu selain-Nya.

Manusia lebih banyak belajar dari praktek dibanding sekadar teori. Satu senyuman hangat akan lebih berharga daripada tumpukan surat. Ada yang bertanya: benarkah nikmat terbesar adalah diperkenankan untuk "melihat-Nya"?, para pencinta menjawab: adakah yang lebih membahagiakan bagi seorang ibu yang mengandung melebihi "melihat" senyuman anaknya?. Adakah lebih menyedihkan bagi seorang anak melebihi "menutup" papan terakhir pada lahat orangtuanya?. Bandara, stasiun, terminal, penjara, rumah sakit, dan pemakaman mengajarkan kita makna sejati dari "kehangatan" lebih dalam dibanding jutaan api.
Wallahu a'lam.

Komentar

Tinggalkan Komentar