CICAK VS BUAYA
13 Nov 2024 18:21 • 821 dibaca
Sajian Utama edisi November 2024.
Oleh: Muhammad Irfan Zidny.
Dalam ilmu retorika, kita mengenal dua pembagian kalimat; yaitu khabar yang berarti informasi, dan insya' yang berarti non informasi. Informasi adalah sesuatu yang dapat dipertanyakan dan dibuktikan kebenaran atau kesalahannya. Ini tidak berlaku dalam kalimat non informasi; contohnya kalimat pertanyaan, perintah, dan perasaan. Kita perlu melatih diri untuk membedakan pembagian kalimat tersebut.
Kemajuan teknologi yang begitu pesat adalah keniscayaan yang patut diapresiasi dan diteliti lebih dalam; khususnya teknologi informasi. Seluruh informasi dibelahan dunia manapun dapat diakses dalam hitungan detik; apa, mengapa, kapan, dimana, siapa, dan bagaimanapun. Pesatnya kemajuan ini harus diimbangi oleh pesatnya kemajuan kualitas mental ketahanan diri. Sangat mungkin terjadi over dosis dan kerancuan suplemen informasi yang berujung menjadi malapetaka.
Dalam Al Quran, Allah tidak pernah memerintahkan manusia untuk meminta tambahan sesuatu kecuali meminta tambahan ilmu, :"Wa Qul Rabbi Zidni Ilman" (20:114). Informasi adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang harus dikembangkan, bukan dirusak dengan menyusupkan propaganda "insya" non ilmiah dan dikemas layaknya ilmu yang diakses dan ditelan masyarakat luas sehingga diyakini sebagai "fakta ilmiah". Padahal, tidak semua kalimat adalah informasi, dan tidak semua informasi adalah fakta.
Islam senantiasa menjaga kualitas keilmuan secara sempurna dengan pendidikan Al Qur'an yang terwujud dalam pribadi Nabi Besar Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Beliau bersabda: "Cukuplah seorang dikatakan berdosa jika dia menyampaikan seluruh apa yang dia dengar". (HR. Muslim no.5, Abu Dawud no.4992, Ibn Hibban no.30 dan As-Sakhowi dalam Fathul Mugits (2/347)). Propaganda merupakan "insya" yang tidak ada hubungannya dengan "khabar", apalagi fakta ilmiah. Dunia saat ini bertabur propaganda. Ilmu dihadapkan melawan propaganda bagaikan cicak versus buaya.
Wallahu a'lam.

Komentar