BreakingUpdate kegiatan pesantren, kajian, pengumuman, galeri, dan agenda terbaru tersedia di Portal Qotrun Nada.
Info
🔴 🔴
Kabar Qotrun Nada

ISRA MIRAJ SEBAGAI NASEHAT

10 Feb 2022 00:54 • 1484 dibaca

OLEH: GUS MUHAMMAD IRFAN ZIDNY LC,

Bulan Rajab adalah salah satu dari asyhurul huruum; yaitu bulan yang diagungkan oleh İslam. Banyak kejadiankejadian penting dibulan ini; diantaranya Isral miraj Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Perjalanan isra miraj mengandung banyak manfaat, hikmahy maksudy tujuan serta pesan yang harus dimengerti oleh setiap muslimPerjalanan ini memiliki kesan tersendiri bagi setiap muslim tentang bagaimana seharusnya sikap kita dalam mengarungi kehidupan, dan tujuan hidup kita.

Prof. DR. Abuya Sayyid Muhammad Almaliki dalam karyanya yang berjudul Wahuwa Bil Ufuqil Al la mengutip perkataan Sayyidy Muhammad AI Baqir Al Kattani, beliau menyatakan bahwa diantara pesan moral Isra Mi l raj adalah;

Pertama Renungan mendalam terhadap kekuasaan Allah subhanahu wa taala yang mengatur alam semesta. Sudah sepatutnya kita merasa bahwa tidak ada daya dan upaya kecuali ditangan Allah. Apapun yang kita rencanakan dan jalankan adalah dibawah kekuasaannya.

Kedua pemahaman kuat tentang pentingnya hidayah serta petunjuk dari Allah. Syekh Muhammad mutawalli asysyarawi dalam kajiannya mengatakan: hidayah terbagi dua; yaitu hidayah umum yang diperuntukkan bagi seluruh umat manusiay dan hidayah mal unah (pertolongan) yang khusus diberikan kepada orang mümin

Ketiga, adab seorang hamba kepada Tuhannya. Perjalanan ini sarat akan adab dan akhlak yang dicontohkan Baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dalam berinteraksi kepada Tuhannya. Diawali dengan taatnya Nabi terhadap perintah Allah untuk melakukan isral, yang kemudian Nabi menjadi imam sholat di masjid aqsho. kemudian dilanjutkan perjalanan mi l raj; bertemu para anbiya, mengunjungi surga dan neraka, dan berbicara dihadapkan Allah secara langsung untuk mendapatkan perintah sholat. Dan diakhiri dengan pujian Allah kepada beliau yang diabadikan dalam alQuran surat annajm ayat 17; yaitu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam tidak berpaling dari apa yang dilihatnya dan tidak melampauinya. maksudnya adalah tetap tunduk dan patuh terhadap apa yang Allah gariskan untuk Hambanya. Juga didalam ayat 18 disurat yang sama Allah memuji beliau dengan pujian: sesungguhnya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam telah melihat tanda-tanda kekuasaan Allah yang paling besar.

Begitu Agung dan mulianya beliau dihadapan Tuhannya, namun demikian beliau tetap taat untuk melanjutkan misi dakwahnya; turun kembali ke bumi menghadapi cemoohan kafir Quraisy, makan bersama fakir miskin, mengasuh anak yatim, tidur ditikar anyaman pelepah kurma dan mengikat perut beliau dengan batu menahan rasa lapar. Salah satu ahlus shuffah (murid Nabi yang beliau asuh diserambi masjidNabawi) berkata: tidaklah kami lapar kecuali Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam juga dalam keadaan lapar, tidaklah kami kenyang kecuali

Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam juga dalam keadaan kenyang. Seorang pemimpin tangguh yang walaupun sudah melihat surga, neraka, arsy, bahkan berbicara dengan penciptanya secara langsung namun masih melayani, mendidik dan mendoakan ummatnya. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada beliau.

Komentar

Tinggalkan Komentar