BreakingUpdate kegiatan pesantren, kajian, pengumuman, galeri, dan agenda terbaru tersedia di Portal Qotrun Nada.
Info
🔴 🔴
Sajian Utama

Kebijaksanaan.

19 Nov 2022 12:14 • 820 dibaca

Sajian utama edisi November 2022.

Oleh: Gus Muhammad Irfan Zidny Lc.

Tabiat manusia dibentuk dari kondisi sosial. Baik atau buruk tabiat bergantung kepada siapa seseorang bergaul dan berinteraksi. Menyalahkan orang lain secara individual tanpa mempertimbangkan faktor eksternal yang memengaruhi itu tidaklah bijaksana. Kita perlu menganalisis komunitas orang yang kita nilai tersebut; baik atau buruk. Kesempurnaan adalah milik sang Pencipta; Allah subhanahu wa taala dan Rasul-Nya Baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, serta Orang-orang pilihan. Adapun kita semua adalah makhluk yang berpindah dari satu kesalahan ke kesalahan lain.

Kesalahan adalah hal abstrak yang tidak berwujud. Hasil dari kesalahan itu lah yang memiliki wujud. Ketika ada kesalahan  berarti harus ada perbaikan. Senada dengan kesalahan, kebaikan juga merupakan hal abstrak yang tidak berwujud, hasil nya lah yang berwujud dan berbentuk. Tindakan penghinaan terhadap pelaku kesalahan secara membabi buta tidak dapat dibenarkan. Hendaknya fokus kita adalah pada sisi kesalahan dan bukan gegabah menyimpulkan bahwa: DIA SALAH. Padahal DIA hanya melakukan tindakan keSALAHan.

Pilihan komunitas dalam kehidupan kita tak kalah penting bagi peningkatan kualitas diri kita. Kualitas komunitas yang baik akan berpengaruh bagi individu masing-masing anggota komunitas. Dan ketika sudah memiliki pengaruh kuat, maka pengaruh positif akan menyebar ke komunitas lain yang berdekatan dengan komunitas tersebut. Tanpa kita sadari, gelombang pengaruh positif akan masuk kedalam pikiran kita seraya menata setiap huruf yang keluar dari mulut kita dan mengubah pikiran negatif kita menjadi energi-energi positif.

Menyalahkan orang lain secara berlebihan, tidak objektif dalam menyikapi sikap seseorang, menuduh tanpa mempertimbangkan fakta adalah makanan sehari-hari kita saat ini. Maka sudah seharusnya kita semua introspeksi diri masing-masing bersama komunitas kita masing-masing dan selalu berusaha untuk  mempertimbangkan kebijaksanaan dalam setiap kesimpulan yang kita putuskan.
Wallahu a'lam.

Komentar

Tinggalkan Komentar