Rubah Insecure Jadi Bersukur
20 Jan 2022 21:27 • 16403 dibaca
By: Ustadzah Halimatus Sadiyah S.Pd
“Hidup itu belajar dari setiap peristiwa yang orang lain rasakan, bisa jadi peritiwa yang orang lain rasakan itu adalah kekuatan untuk kita tetap bertahan dan lebih bersyukur untuk memperlakukan keadaan”
Apa sih yang membuat kita sulit berdamai dengan keadaan?
Yah... Itu karena kita kurang dalam bersyukur. Manusia sering sekali melihat satu kesulitan untuk menjadikannya sebagai beban dalam hidupnya, namun sebenarnya, jika dilihat dengan pandangan syukur... Lebih banyak nikmat yang sudah kita terima dan rasakan.
Hidup itu belajar
Dari setiap peristiwa yang orang lain rasakan, bisa jadi itu adalah kekuatan untuk kita tetap bertahan, dan lebih bersyukur untuk memperlakukan keadaan.
Hidup itu pilihan
Karena sejatinya kebahagiaan kitalah yang menentukan, kekayaan dan nikmat dunia bukanlah tolak ukur untuk meraih kesuksesan dan ketenangan, karena banyak manusia hebat terlahir justru karena kesederhanaan.
Hidup itu Berjuang
Karena selama manusia masih bertahan dalam kehidupan, disitulah manusia tetap harus mempertahankan perjuangannya.
Tidak apa-apa jika kita tidak jadi siapa-siapa, tidak apa-apa pernah jatuh dan gagal, tidak apa-apa pernah merasakan sakit dan tak dianggap baik. Yang terpenting adalah kita tetap menjadi diri sendiri dan melakukan hal yang tidak merugikan orang lain.
Terkadang kita selalu mengukur kunci sukses kita dengan orang lain, hingga hadir ketidak percayaan diri sampai kadang terhenti dalam melangkah.
Tak masalah jika kita tidak menjadi siapa-siapa, jangan jadikan ketenaran orang menjadi topik utama kita membandingkan diri, bisa jadi … dengan kita memahami kekurangan diri, akan lahir banyak kelebihan karakter yang tidak dimiliki banyak orang.
Jatuh dan gagal adalah hal biasa dalam menjalani kehidupan, mungkin kegagalan adalah awal kita membuka pintu untuk meraih kesuksesan, tidak ada yang benar-benar tangguh dalam menghadapi setiap kegagalan, tapi yang berani bangkitlah yang akan menang.
Semakin banyak rasa sakit yang kita alami, maka kita akan semakin banyak belajar memahami situasi, bahkan mempelajari banyak karakter yang ada dalam diri maupun orang lain.
Tak apa-apa tidak dianggap baik, karena tujuan kita bukanlah puas hanya dengan pandangan manusia, biarlah mimpi melangit, tapi usaha tetap membumi, dan biarlah kebaikan yang berjalan atas dasar ketulusan dari tauladan, hingga sampai pada hati yang mau menerima segala kebaikan.
If you lose be patient, if you win stay humble !
Rubahlah insecure menjadi bersyukur, agar kita mengetahui dan memahami bahwa setiap manusia sudah Allah takdirkan menjadi versi terbaik dirinya sendiri.
Depok, 11 Januari 2022

Komentar