Santri Qotrun Nada Luncurkan Buku Terbanyak di Program One Santri One Book
25 May 2024 12:30 • 1771 dibaca
Oleh: JURNALIS TEAM~
Literasi merupakan kemampuan dasar yang meningkatkan kemampuan anak dalam menganalisis, salah satunya melalui kemampuan menulis. Menulis adalah keterampilan yang sangat penting dalam dunia tulis-menulis karena dapat membuat jejak abadi, meskipun penulisnya sudah tiada, karyanya tetap dikenang. Selain itu, menulis memberikan kebebasan kepada penulis untuk mengungkapkan ide dengan luas.
Tim santri nulis menggelar event ONE SANTRI ONE BOOK, bekerja sama dengan beberapa pesantren antara lain Pondok Modern Ummul Quro Leuwiliang di Bogor, Pondok Pesantren Qotrun Nada di Depok, dan Pondok Pesantren Darul Ulum Lido di Bogor. Kedatangan tim santri nulis disambut baik oleh pimpinan Pondok Pesantren Qotrun Nada yang berharap agar “para santri bisa berpartisipasi dengan baik dan memberikan yang terbaik.” -ucap Abi Achyanuddin Syakier dalam sambutannya di aula lantai 3 PPQN

Banyak tahapan tahapan yang lumayan sulit untuk dilalui, semua hal yang dilalui di sibukkan dengan berkerja keras menuangkan segala ide untuk memberikan yang terbaik ke dalam karya mereka masing masing. Bahkan para santri rela membagi waktunya antara target dan kewajiban di pesantrennya "mungkin jadwal yang kami beri untuk para santri adalah 60 hari akan tetapi karena keterbatasan dalam teknologi mungkin masa menulis mereka bukanlah 60 hari melainnkan kurang dari 60 hari sebulan pun tidak sampai, karena seminggu hanya 3 sampai 4 kali menulis di komputer pesantren masing masing"-ucap Ahmad Hilda dalam sambutannya
Acara peluncuran buku ONE SANTRI ONE BOOK diadakan dalam 2 sesi, dimulai dengan workshop EKSPLANASI yang dihadiri oleh penulis aktif dan rektor IUQ1, Dr. Saiful Falah, serta seorang ahli filologi. Setelah seminar, acara dilanjutkan dengan peluncuran buku pada pukul 13.00. Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC dan pembacaan sholawat oleh perwakilan santri Pondok Pesantren Qotrun Nada. Pada kesempatan tersebut, Pondok Pesantren Qotrun Nada juga menampilkan bakat dua santrinya, yaitu
- Irsyad Anggoro dalam story telling
- Basamah Azizah dalam puisi.
Program One Santri One Book berhasil menerbitkan 55 judul buku dari 142 naskah yang masuk, melibatkan sekitar 184 peserta dari santri dan peserta umum. Pondok Pesantren Qotrun menjadi peserta terbanyak dan menerbitkan buku terbanyak, yakni 24 buku karya santri. Antara lain
|
KODE ETIK DAN PEDOMAN PERILAKU HAKIM (Studi Komparatif Kitab Adabu Al-Qâḏȋ dengan Kode Etik Hakim di Indonesia) |
|
Blackrose |
|
Catatan Santri |
|
Si elite dan si sulit-raden nadin |
|
Mentari yang bangkit kembali |
|
Catatan si Manusia Lamban |
|
Kumpulan Kalam Hikmah dan Falsafah Hidup ( ألفية ألمحفوظات ) |
|
keluargaku Bahagiaku ~ |
|
berjalan dalam hujan |
|
Cinta Yang Tak Sempurna |
|
Empty |
|
Santri Bijak fii Kulli Masyyihi |
|
Menjadi Abstrak Bukanlah Kejahatan ~ Halimah Sadiyah |
|
Coretan Sederhana |
|
MY GREATEST POWER : Cerita Tentang Lingkungan dan Keluarga |
|
AKARA - |
|
Selalu Interospeksi Dirimu |
|
Bisik-Bisik Manusia |
|
Sekeping surga diatas bumi |
|
Berbeda |
|
Gerhana Aelia and artemisius~ |
|
Jejak Impian |
|
Banyak Cerita Menuju Cita-Cita - |
|
Sabar Dulu |
Suatu kebanggaan tersendiri bagi Pondok Pesantren Qotrun Nada yang dapat disaksikan langsung oleh bapak Ermawan Fitra selaku Head Of Project MPLO Pertamina Foundation, ketua komunitas tim santri nulis, dan pimpinan Pondok Pesantren Pada ajang ini pula salah satu santri Pondok Pesantren Qotrun Nada mendapatkann penghargaan naskah terbaik. Hal ini merupakan penilaian yang ketat untuk masing masinng Pondok Pesantren, dari Pondok Pesantren Qotrun Nada ada 3 nominasi naskah terbaik yaitu:
- Menjadi abstrak bukanlah kejahatan (karya ustazah Halimah Sa'diyah)
- Berbeda (karya Faishal Dinejad)
- Mentari yang tak akan Kembali (karya Ali Arkan)
Keputusan para mentor untuk pemenang naskah terbaik adalah Ali arkan dengan judul buku "Mentari yang tak akan Kembali”
Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Kyai Gus Muhammad Irfan Zidny Lc, diikuti dengan foto bersama tim santri nulis, pimpinan Pondok Pesantren, dan Head Of Project MPLO Pertamina Foundation. Keseluruhan acara ini tidak hanya mengakhiri kelelahan para santri, tetapi juga menjadi sejarah yang tak akan terlupakan dalam dunia literasi.


Komentar